Selasa, 13 Maret 2012

Till We Meet Again

Saat pertama kali aku melihat dia hari itu, aku sudah berbohong beberapa kali

Aku bilang, senyumnya waktu itu tak akan berarti apa-apa
Aku bilang, gempa kecil di dalam perutku hanya lapar biasa
Padahal aku sendiri tahu, sebenarnya aku mengenang dirinya sepanjang waktu
Karena dia, aku jadi ingin mengulang waktu

Dan suatu hari, kami bertemu lagi
Di saat berbeda, tetapi tetap dengan perasaan yang sama
Perasaanku melayang ke langit ketujuh karena bertemu lagi dengan dirinya
Jantungku berdetak lebih cepat seolah hendak meledak ketika berada di dekatnya
Aku menggigit bibir bawahku, diam-diam membatin, "Ah, ini bakal jadi masalah. Sepertinya aku benar-benar jatuh cinta kepadamu."

Apakah aku bisa sedikit saja berhenti memikirkan dirinya?
Aku tak tahu harus berbuat apa
Aku jatuh cinta, tetapi ragu dan malu untuk menyatakannya

Minggu, 04 Maret 2012

Memilikimu

Saat memejamkan mata, aku membayangkan surga. Bahagia saat dicintaimu dan juga saat mencintaimu. Semuanya terasa begitu indah, begitu sempurna. Seperti cerita cinta sepanjang masa, aku bersyukur takdir membuatku jatuh cinta kepada mu.

Namun, semakin lama mata ini terpejam, air mata malah jatuh perlahan-lahan. Aku menangis, kini teringat setiap perih yang ditorehkan dustamu di hatiku. Tak sekali-dua kali aku mencoba membuat pembenaran, menciptakan alasan bahwa mungkin kau tak bersungguh-sungguh untuk melukai ku.
Kau bahkan tak mencoba membela dirimu.
Kau menundukan kepala, membisu.

Dan kini, lihat, aku menertawakan diriku sendiri.
Betapa ironisnya hidup ini, sayangku.
Kau yang selalu bisa membuatku tertawa justru yang paling bisa membuatku menangis....

Sabtu, 03 Maret 2012

Hati Memilih

Seperti air mengalir, cinta pun mengalir menuju muaranya yaitu keikhlasan.

Kita tak mampu memilih cinta mana yang hadir dalam cerita perjalanan kita. Dalam paket yang Dia kirim, kita pun tak bisa memilah hanya cinta dan tawa. Tanpa masa lalu, tanpa air mata, dan tanpa luka.

Katanya, cinta tidak pernah mengajarkan kita untuk menjadi lemah. Tak peduli siapa yang lebih mencintai, jika cinta itu mampu menguatkan dan mendorong kita untuk ikhlas menghadapi apa pun, itulah cinta yang harus kita pilih.

Namun, bagaimana jika memang lebih baik kau bersama orang yang mencintaimu ketimbang orang yang kau cintai? Bagaimana jika tetap berdiri di titik semula adalah hal terbaik untuk yang disebut hari depan?

Biarkanlah. Biarkanlah hati yang memilih...hatimu...hatiku...